Mata Rantai Kehebatan Belanda

09/22/13
Artikel Bebas

Tulisan ini pertama kali saya posting ketika mengikuti sebuah kompetisi blog. Dan Alhamdulillah, walaupun belum menjadi pemenang, tulisan ini masuk dalam 30 besar tulisan terbaik dari sekian ratus artikel yang mengikuti kompetisi tersebut. Dan tulisan ini kembali saya post dalam web pribadi. Bukan ingin memuji negeri yang pernah menjajah kita di masa lampau, tapi hanya ingin mencoba mengambil sedikit pelajaran dari negara kecil tersebut.

 

Mengapa negara sekecil belanda, yang luasnya hanya 41526 m2 bisa masuk kedalam 10 besar dunia dengan berbagai prestasi yang patut diacungi jempol??

  1. Berikut penjelasannya:
  • Tingkat korupsi yang cukup rendah
  1. Menurut Transparency International’s Corruption Perceptions Index, menempatkan Belanda pada posisi ke-6 dari 180 negara. Mengapa bisa begitu? Karena sejak tahun 1990an, Belanda menerapkan Plukze wet, Undang-Undang yang bertujuan untuk memiskinkan para terdakwa yang menjadi kaya karena mencuri uang. Aturan yang akan membuat orang-orang takut untuk korupsi. Alasan yang mereka gunakan untuk menerapkan undang-undang ini cukup bagus. Pertama karena kekayaan yang mereka peroleh dicurigai diperoleh secara tidak sah, dan kedua pemerintah khawatir kekayaan itu akan digunakan terdakwa untuk melakukan berbagai tindakan untuk bebas dari pengadilan. Begitu berlangsung penyidikan terhadap seorang terdakwa, kejaksaan biasanya akan langsung menyita harta benda orang tersebut. Jika terdakwa telah divonis bersalah, harta benda terdakwa tersebut akan benar-benar diambil alih. Jadi terdakwa akan banyak menderita kerugian, bukan hanya harus mendekam di sel tahanan, keluarga harus menanggung malu, dan upaya terdakwa untuk mendapat kekayaan yang berlimpah akhirnya sia-sia karena telah dimiskinkan oleh negara.Hukum yang hebat bukan?? Coba kalau hukum seperti ini diterapkan di Indonesia, saya rasa akan semakin berkurang orang untuk melakukan tindakan korupsi. Akan tetapi,sehebat apapun hukumnya, jika tidak ada kesadaran untuk mematuhi aturan, tidak akan ada hasilnya. Malah bisa-bisa hukum itu akan diperjual-belikan oleh orang yang seharusnya menjadi penegak hukum.

 

  • Perekonomian yang mapan

Insting bertahan masyarakat Belanda sangat kuat. Salah satu buktinya adalah Belanda mampu menjadi salah satu negara pengekspor hasil pertanian terbesar di dunia. Mereka tidak mengeluh akan kondisi iklim negara mereka, ataupun terhadap daratan mereka yang sebagian besar berada di bawah permukaan laut. Empat musim yang berbeda membuat mereka tidak mungkin bercocok tanam sepanjang tahun. Belanda kemudian memutar otaknya agar tetap bisa memproduksi hasil pertanian, sehingga terciptalah rumah kaca. Bahkan, rumah kaca Belanda mampu perangi krisis pangan dunia. Mereka tidak seperti pemerintah Indonesia, yang dikaruniai Tuhan tanah yang subur, bahkan kayupun bisa jadi tanaman, malah meminta masyarakat mengurangi konsumsi nasi yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia.

 

  • Pendidikan yang terjangkau dan terarah

Sistem pendidikan Belanda telah melakukan penjurusan sejak di tingkat dasar. Sistem inilah yang menjadikan pendidikan Belanda berbeda dari negara lain. Penjurusan dilakukan dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademis tiap siswa. Dengan harapan setiap siswa akan benar-benar memiliki kecakapan yang bisa dijadikan modal utama untuk terjun ke dunia kerja nantinya. Selain itu, Belanda juga merupakan negara dengan biaya pendidikan tinggi yang berada pada skala murah hingga menenah. Dengan demikian semakin membuka lebar kesempatan bagi setiap warganya untuk mengenyam pendidikan.

 

Dengan perekonomian yang kuat, masyarakat akan sejahtera. Jika sudah sejahtera, keinginan korupsi bisa ditekan (untuk apalagi korupsi kalau sudah punya banyak uang?). kalaupun masih ada yang nekat korupsi, ancaman dimiskinkan harus mereka fikirkan. Jika kehidupan sudah mapan, semua warga bisa mengenyam bangku pendidikan hingga perguruan tinggi. Semakin banyak manusia cerdas yang dihasilkan, semakin banyak inovasi teknologi yang bisa disumbangkan untuk kemajuan negara. Begitu seterusnya.

Write a comment

Name *

E-mail *

Website

Message *


0 Comments

There are no comments yet.

Balloons theme by
Moargh.de