Loving The Rejection

10/08/13
My Mind

Saya sering dengar kata-kata gini:

“Aku tu orangnya paling males ditolak Put.”
“Aku benci penolakan. Haha”
“Nah, promosi itu yang aku malas. Tar kalau mereka ga mau kan gengsi.”

Hmm..

Tidak enak memang ditolak itu. Gengsi kan ya? Apalagi kalau yang nolak pakai acara “ngenyek”

“Alah, barang ginian harganya kok mahal!”
“Ga deh. Mending yang jelas-jelas halal”
“Kalau aku ikut paling juga yang nambah kaya kamu”

Tapi, ya itulah proses. Tidak ada sesuatu yang instan di dunia ini. Bahkan, sebungkus mie instan pun harus disiram air mendidih dulu sebelum siap untuk disantap, bukan? Tapi terkadang, banyak orang yang tidak tahan dengan proses yang harus dilalui sebelum sukses, makanya orang yang gagal jauuuuh lebih banyak daripada orang yang sukses.

Sebenarnya, apa yang salah? Sistemnya, atau orangnya?

Ketika ada orang lain yang sukses dalam hal yang sama dengan apa yang kita lakukan, itu artinya sistemnya sudah benar, akan tetapi orangnya yang salah. Kok bisa bertahan? Kan ditolak itu tidak enak? Makanya, cintai prosesnya.

Saya pernah ditolak? Sakit hati tidak kalau ditolak?

Ditolak? Kayaknya itu udah lauk sehari-hari buat saya.

  • Ditolak cowok? Pernah :D
  • Ditolak dosen pembimbing? Pernah!
  • Ditolak perusahaan tempat saya melamar pekerjaan? Udah berulang kali :D
  • Ditolak prospek? Sering!
  • Di “kenyek” orang-orang sekitar? Sering!

Tapi, just let it flow! Jangan melawan arus. Biarkan semuanya mengalir hingga akhirnya semua penolakan menyatu dengan diri kita.

  • Ditolak dosen pembimbing? Dimarah? Alhamdulillah sekarang saya sudah lulus :D
    Coba kalau dulu saya nyerah, saya ga kejar-kejar itu dosen lantaran malas ditolak, lantaran takut dimarah, mungkin sampai sekarang saya masih sibuk berkutat dengan skripsi.
  • Lamaran kerja ditolak?
    Ya saya cari yang lain. Itu artinya belum ada rezeki saya ditempat tersebut. Saya pernah memasukkan lamaran ke suatu bank swasta setelah saya tamat kuliah. Tapi bahkan saya tidak pernah dipanggil sama sekali. Sedangkan teman saya yang lulus kuliah setelah saya, malah duluan kerja di tempat itu. Kesal? Oh iya, ada sedikit. Tapi masa saya mau kesal sama Allah? Kan Dia yang atur semua? Coba kalau dulu saya kerja di sana, mungkin sampai saat ini status saya masih sebagai tenaga outsourcing di tempat itu.
  • Ditolak prospek? Tidak apa-apa. Woles saja. Itu artinya, prospek tersebut BUKAN orang terbaik untuk kita. Karena bisa jadi kalau toh mereka gabung, mereka tidak akan jalan. Pengalaman saya, ada seorang prospek yang awalnya menggebu-gebu, sampai saya harus bayar penalti demi prospek tersebut masuk ke jaringan saya. Tapi apa? Setelah gabung, hanya jalan sebentar. Setelahnya? Mundur entah kemana.

Ditolak itu tidak enak memang. SANGAT TIDAK ENAK. Bikin kita malu, gengsi, salah tingkah, atau bahkan kesal kalau ditolak dan di”kenyek” sekaligus. Tapi itulah prosesnya. Percayalah, bahwa penolakan merupakan sebuah proses penyaringan dari apa yang awalnya kita inginkan menjadi sebuah hal yang benar-benar kita butuhkan untuk kemudian Allah berikan kepada kita.

Saya ingin cowok itu jadi pacar saya. Tapi menurut Allah, dia bukan seseorang yang saya butuhkan, makanya Dia buat cowok itu menolak saya.

Saya ingin dosen itu baik dan ramah sama saya. Tapi Allah saya tahu, bahwa saya orang yang suka tantangan. Kalau tidak ada penolakan, saya tidak akan berusaha mengejar, sehingga saya akan terlena dan akhirnya lulus lebih lama.

Saya ingin sekali kerja di BUMN yang waktu itu juga mengugurkan saya setelah tes wawancara karena gajinya besar. Tapi Allah saya jauh lebih tau, mungkin saya belum siap untuk gaji yang besar itu, atau saya belum siap jika nantinya ditugaskan jauh dari orang tua saya.

Saya maunya semua orang yang saya prospek, mau gabung sama jaringan saya. Oh tidak bisa. Karena Allah saya tahu, mungkin kalau orang itu gabung, malah akan bikin saya lebih kesal lagi, karena tidak mau ditraining, tidak mau promosi, tidak mau aktif. Kan lebih baik saya kecewa ditolak waktu masih jadi prospek daripada udah jadi member tapi saya malah dicuekin :D

Jadi, mulai sekarang, cintailah penolakan. Anggap penolakan itu sebagai teman kita. Sehingga membuat kita menjadi lebih berani dalam melakukan sesuatu. Karena percayalah, dibalik penolakan, ada hal yang jauuuh lebih indah yang Allah tawarkan kepada kita :D

Silakan share, semoga bermanfaat. :)

Write a comment

Name *

E-mail *

Website

Message *


0 Comments

There are no comments yet.

Balloons theme by
Moargh.de