Kemana Keuntungan Oriflame Mengalir??

11/14/13
Bisnis

Suatu malam, saya menyapa salah seorang downline saya di kedalaman (panggil saja Bulan) melalui chat via fesbuk. Saya bertanya apa motivasi beliau untuk join bisnis Oriflame ini. Karena  seingat saya sebelumnya saya pernah bertanya kepada beliau, beliau menjawab memang ingin berbisnis. Akan tetapi setelah jalan beberapa bulan saya perhatkan, tidak ada pergerakan sama sekali. Makanya saya kembali menyapa dan menanyakan motivasi beliau. Jika memang ingin jalan, saya siap membantu, apa kendalanya, saya ingin tahu. Tapi jika belum begitu berminat, maka saya tidak akan mengganggu beliau lagi.

Dan beliau hanya menjawab singkat pertanyaan saya lebih kurang seperti ini:

“Iya, saya hanya sedang mencari tahu sesuatu tentang bisnis ini”

Tapi ketika saya tanyakan tentang apakah itu, beliau tidak menjawab. Kebetulan sponsor terdekat beliau (panggil saja Mentari) sedang online. Saya sapa juga Mentari, dan mempertanyakan apakah yang sedang mengganjal di fikiran Bulan sehingga beliau belum juga bergerak. Saya dapat satu pertanyaan yang sangat menggelitik.

Me: “Mentari, tadi saya chat sama Bulan. Katanya ada sesuatu yang sedang beliau cari tahu tentang bisnis ini. Apa itu? Seputar kehalalan Oriflame kah?”

 

Mentari: “Pertanyaan Bulan itu emg sekitar itu, tentang kehalalannya, tapi saya bingung jawabnya, karena yang jadi pertanyaannya itu “kemana keuntungan Oriflame didonasikan?”. Soalnya, beliau dapat info, beberapa supermarket besar di Indonesia, tempat bimbel ternama, mendonasikan keuntungannyo untuk pembangunan gereja..”

Tarik nafas panjang, kemudian saya mencoba menjawab. Dan Alhamdulillah, saat itu hati saya begitu tenang menjawab pertanyaan ini.

Memang begitu prinsip hal yang beliau tanyakan. Dan saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Saya sangat menghargai pertanyaan beliau. Saya juga pernah mendengar hal seperti yang beliau khawatirkan. Waktu itu ada tulisan yang saya baca bahwa ketika belanja di supermarket, ketika ada kembalian uang receh, kasirnya akan meminta uang kembalian tersebut untuk didonasikan. Nah, uang donasi inilah yang menurut info yang saya baca kemudian akan disumbangkan untuk pembangunan gereja. Well, sebagai umat muslim, saya tidak begitu bahagia mendengarnya. Maka dari itu setiap ada yang meminta receh kembalian, walau seratus rupiah saya akan pertanyakan kemana perginya.

Lantas, jika keuntungan Oriflame larinya juga untuk pembangunan gereja, apa bedanya donk? Artinya saya juga sedang membantu mereka membangun gereja, sedang saat ini saja kondisi saudara seagama saya, keimanannya sudah mulai banyak yang tersamarkan.

Ini hal yang menggelitik yang perlu saya jelaskan.

Ketika kita berbelanja di mall atau memasukkan anak kita ke sebuah bimbel ternama, apakah ada feedback langsung yang kita dapatkan? Yah! Kita belanja di mall – dapatkan barang. Kita masukkan anak kita ke bimbel – mereka dapat ilmu. Tapi adakah hal lain yang lebih besar daripada itu yang mereka berikan kepada kita sebagai feedback karena sudah menjadi pelanggan setia? Apakah mall/swalayan tersebut memberi kita uang tambahan belanja setiap bulan? Tidak! Apakah ketika anak kita masuk bimbel A serta merta anak kita akan diterima di sekolah/universitas favrit? Tidak!

Nah, pantas saja jika kemudian sebagian dari kita merasa sedih jika kemudian ternyata keuntungan mereka, mereka gunakan untuk membangun fasilitas keagamaan di luar agama kita. Karena secara tidak langsung kita membantu pengembangan agama orang, sedang kita tidak bisa berbuat banyak untuk agama kita sendiri.

Kalau Oriflame, kemana keuntungannya mengalir?

Pernah memperhatikan cover belakang setiap katalog Oriflame? Icon keempat dari atas itu merupakan simbol Oriflame Foundation. Yaitu yayasan yang bergerak pada program amal yang berkelanjutan memberi dukungan pada anak-anak dan para wanita melalui berbagai macam program pendidikan. Jadi jelas ya, kemana keuntungan Oriflame mengalir?

Masih khawatir jika ternyata ada dana mengalir lainnya untuk hal negatif yang tidak diketahui oleh kita?

Sebelum saya jawab, saya tanya deh, ada berapa banyak orang yang sukses bersama Oriflame? Banyak kan? Ada berapa orang yang penghasilan bulanannya mencapai angka puluhan juta? Banyak kan? Itu artinya apa? Artinya, walaupun Oriflame untung besar dari kerja keras kita, kita para member juga mendapat feedback yang banyak, bukan? Jadi istilahnya win-win solution lah. Tidak perlu merasa rugi.

“Lah rugi donk kalau keuntungan Oriflame kemudian digunakan untuk membangun gereja atau hal jelek lainnya?”

Bijaksanalah dalam berfikir. Ketika kita sibuk memikirkan kemana keuntungan Oriflame mengalir, Oriflame akan selalu meraup keuntungan dari penjualannya. Karena jutaan orang menggantungkan pundi-pundi keuangan mereka dari bisnis ini. Apakah dengan kita sendiri yang berhenti berbisnis, Oriflame akan serta merta gulung tikar? Tidak, kan? Oriflame akan tetap berjaya, bersinar, meraup keuntungan terus tiap bulannya. Pun jika ternyata keuntungannya mereka gunakan untuk membangun gereja atau membangun diskotik misalnya, apakah dengan kita sendiri yang tidak berbisnis dengan Oriflame, akan bisa membuat keuntungan Oriflame berkurang banyak sehingga menghentikan kegiatan mereka? Tidak! Kita satu diantara jutaan orang. Kita tidak akan mampu membendung semuanya.

Ikuti saja aturan main bisnisnya. Kita jual barangnya (barangnya halal Insya Allah karena bebas unsur hewani), kita rekrut orang untuk gabung, bina mereka, kembangkan jaringan. Lakukan itu berulang-ulang sampai kita bisa berada di satu level manager, senior manager, director, diamond, dan sebagainya. Sampai pada titik itu kita mendapatkan banyak penghasilan dari Oriflame. Apa yang bisa kita lakukan ketika memiliki uang? Banyak hal!

Saya mengikuti sepak terjang beberapa leader d’BCN di bidang sosial. Satu contohnya ada yang namanya “Berbagi Itu Indah”. Mereka bergerak dalam memberikan donasi pada pasien-pasien kurang mampu yang Subhanallah, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Siapa penggeraknya? Seorang ibu muslimah, berjilbab lebar, salah satu leader d’BCN yang bergaji puluhan juta rupiah. See? Bermanfaat bukan apa yang beliau lakukan?

Sedangkan bagi orang yang sibuk memandang sinis kepada bisnis ini, sibuk mempertanyakan kemana keuntungan Oriflame mengalir, apakah kehidupannya akan membaik? Apakah dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan leader d’BCN tersebut? Apakah kita bisa royal membantu kehidupan sekitar kita sedang kita saja dalam keadaan pas-pasan?

Terkadang hal kecil dapat membuat fikiran kita buntu hingga tidak bisa melihat hal yang lebih besar di belakangnya. Saya ambil contoh, jika kita sudah punya kebebasan finansial, anggaplah kita punya uang puluhan juta rupiah setiap bulan dari bisnis Oriflame, kita bisa kumpulkan uangnya untuk membangun yayasan seperti yang kita mau, bukan? Yayasan untuk anak yatim atau anak jalanan, misalnya? Kita didik mereka dengan sebaik-baiknya agar nanti bisa menjadi jundi Islam sejati seperti yang kita harapkan. Bisa kan?

Atau ambil contoh kecil lainnya. Sebagai perempuan, kodratnya adalah menjadi seorang ibu, mendidik dan membesarkan anaknya agar menjadi manusia berguna di muka bumi ini. Tapi bagaimana jika sang ibu sibuk bekerja di kantor? Lepas lah sudah golden period yang harusnya menjadi kesempatan emas ibu untuk membentuk kepribadian anak-anaknya. Anak-anak pindah asuhannya kepada pembantu atau pengasuh anak yang maaf, terkadang kita sendiri tidak tahu latar belakang kehidupan mereka seperti apa. Atau mungkin anak-anak pindah asuhannya kepada neneknya. Tegakah kita, membiarkan orang tua kita yang seharusnya bahagia di masa tua mereka, untuk kembali mengasuh? Coba kalau kita memiliki kebebasan finansial, kita tidak menampung dari suami saja tapi membantu suami mencari nafkah, kita tidak perlu menghabiskan waktu 8 jam sehari di kantor, kita bisa mendampingi tumbuh kembang buah hati kita. Aduhai, alangkah indahnya hidup ini bukan? Dengan begitu kita belum bisa mengubah seluruh dunia, tapi setidaknya dengan membentuk sendiri kepribadian anak, mulai dari keluarga terdekat, Insya Allah akan bisa mengubah dunia ;)

Terakhir, menurut pandangan saya, kemanapun mengalirnya keuntungan Oriflame, Wallahu a’lam. Ikhlaskanlah. Karena itu jatah mereka. Urusan kita, cari jatah rezeki kita dari bisnis ini, dan lakukan banyak hal yang bermanfaat untuk sekitar kita, Insya Allah akan jauh lebih berkah dan lebih baik daripada kita diam tak melakukan apa-apa.

Write a comment

Name *

E-mail *

Website

Message *


0 Comments

There are no comments yet.

Balloons theme by
Moargh.de