Dear Diary

09/23/13
My Mind

Saya bukan sedang cerita galau-galauan, saya juga tidak sedang mengarang cerita fiksi. Mungkin hanya sebuah roman picisan yang terjadi dalam hidup saya. Setiap langkah, setiap hal yang terjadi, bisa saya tarik sebuah pelajaran. Dan untuk belajar, kita tidak perlu mengalami langsung suatu peristiwa. Kejadian yang dialami orang lain, cukuplah kiranya menjadi pengalaman yang berharga bagi kita. Semoga tulisan ini bisa menjadi pelajaran untuk yang membaca.

 

Jalan hidup setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang jalan kehidupannya mulus, lurus, dan lancar bak jalan tol. Ada juga yang jalan kehidupannya berliku-liku, jurang di kiri-kanan, terjal, berbatu-batu, banyak lubang dimana-mana, harus melewati badai dan petir yang melanda. Kalau jalan hidup saya, tidak begitu mulus dan lurus sehingga bisa dipake buat kebut-kebutan, tapi tidak juga begitu jelek dan tidak ada petir yang menyambar yang membuat saya terengah-engah dalam perjalan hidup saya. Dan saya mensyukuri hal tersebut. Jalan hidup saya, Allah ciptakan berliku, dan terjal, dan saya harus hati-hati karena berlubang dan ada jurang. Pernah saya terjatuh, tapi kemudian Allah membantu saya untuk bangkit. Kenapa saya bersyukur? Yah karena saya yakin, Allah memilih saya untuk melalui jalan itu karena saya diberi kekuatan. Lihat? Jalan tol biasanya kan datar-datar saja. Pemandangan yang dapat disaksikan hanyalah mobil yang padat dan rata-rata berlari dengan kecepatan tinggi. Tapi jalan yang terjal dan mendaki, Insya Allah rata-rata itu adalah jalan menuju puncak bukit, dimana di atasnya kita bisa melihat keindahan yang luar biasa yang Allah langsung penciptanya :)

Dulu saya pernah curhat dengan salah satu teman kuliah saya. Saya bertanya, “B*d, kenapa ya ada orang yang jalan hidupnya mulus-mulus aja. Tamat SMA, kuliah, tamat kuliah, langsung dapat kerja, ga lama kemudian, S2, tamat S2, nikah. Sedangkan sebagian lagi, ada yang kuliahnya susah, udah tamatnya susah, lama pula dapat kerja, apalagi S2 dan nikah. Apa karena orang yang pertama itu orang baik-baik ya, sedang yang kedua banyak dosanya..?” Dan dijawab begini sama teman saya lebih kurang “Ga musti begitu juga sih. Bisa jadi karena dahulunya orang tuanya selalu melakukan kebaikan terhadap orang lain. Bisa jadi kan karena pahala-pahala orang tuanya makanya anaknya bisa jadi mulus jalan hidupnya. Dan orang yang kedua, itukan dari sudut pandang dia melihat hidup ini susah. Terkadang kita bertanya ‘mengapa kita yang diberikan kesusahan ini?’. Coba lah untuk bertanya dan melihat ke dalam diri sendiri. Apakah kita sudah menjalani hidup sesuai yang Allah inginkan? Apakah upaya kita sudah maksimal untuk dapat yang terbaik? Kita tidak tahu kebaikan apa yang telah dilakukan orang pertama. Jadi, daripada kita mengeluhkan hidup ini, lebih baik terus memperbaiki diri, agar diberikan yang baik juga oleh Allah.”

Dan, sekarang saya sudah mulai faham dengan perkataan teman saya itu. Bahwa sesungguhnya apa yang indah di mata kita, belum tentu indah dimata-Nya. Perjalanan yang sedikit berliku yang mengajarkan saya. Saya tamat kuliah agak sedikit tertinggal dari teman-teman. Nilai pun pas-pasan, karena kesadaran saya untuk belajar program datangnya sudah terlambat. Setamatnya kuliah, beberapa tempat sudah saya datangi untuk saya masukkan lamaran pekerjaan. Beberapa diantaranya sama sekali tidak memanggil saya untuk tes, beberapa yang lain, meluluskan saya hanya sebatas tes wawancara. Setelah itu, impian saya untuk bekerja harus kandas. Saya pernah tes di sebuah bank swasta, yang bermain dengan target. Ketika saya bercerita dengan ibu saya, beliau khawatir saya tidak mampu dengan pekerjaan ini. Mungkin beliau tidak ridho, akhirnya saya gagal pada tes wawancara. Di lain hari, saya tes di sebuah BUMN, yang penempatannya di seluruh wilayah Sumatera. Lagi-lagi ibu saya tidak ridho, karena menurutnya saya akan susah jika dapat penempatan di luar daerah. Dan lagi-lagi, impian saya kandas. Terakhir, saya tes di tempat saya bekerja saat ini. Merasa tidak yakin akan lulus, tapi saya ikhtiar dan memohon restu ibu saya. Tolong, restui tes saya yang kali ini, apapun yang terjadi, kalau saya lulus, saya masih berada dalam kawasan Bengkulu. Dan Alhamdulillah, mungkin restu ibu yang membuat saya akhirnya lulus.

Pada akhirnya, saya hanya bisa berujar dan bersyukur “Subhanallah, betapa indah rencana yang Allah rancang untuk menjadi jalan hidup saya.” Coba kalau dulu saya tamat kuliah dalam range 3,5 tahun, akan terlalu lama waktu untuk saya menganggur sebelum akhirnya saya dapat bekerja ditempat yang sekarang. Atau bisa jadi, mungkin jalan hidup saya sudah beda. Atau coba saja kalau dulu saya bekerja di bank swasta tersebut, belum tentu target yang begitu tinggi bisa saya kejar. Atau kalau saja saya bekerja di BUMN itu dan dapat penempatan yang jauh dari orang tua, entah apa jadinya.

Satu pelajaran yang bisa saya ambil, walau apa yang terjadi dalam hidup ini, bersabarlah. Waktu mu akan tiba. Cepat atau lambat, tapi pasti akan terjadi. Seperti doa yang dahulu sering saya ucapkan ketika sholat “Robbi adkhilni mudkhola shidqiwwaakhrijni mukhroja shidqiwwaj’alli milladunka sulthonannashiro” (Q.S. Al-Isra:80), yang artinya “ya Tuhan ku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar, dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikan lah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku). Dan kemudian saya berdoa “Ya Allah, tamat kan lah kuliah ku pada saat yang tepat. Tepat ketika aku tamat, ada pekerjaan yang baik yang kemudian Kau siapkan untukku.” Dan saya sadar sepenuhnya, bahwa Allah, adalah sutradara terbaik dalam hidup ini. Tidak ada skenario yang salah yang ditulis-Nya untuk saya jalani :)

Write a comment

Name *

E-mail *

Website

Message *


2 Comments

  • adi

    Nice story sista :D

    09/23/13 – 3:01 pm

  • Indah

    Mbak putri, aku sempat terkejut baca story ini…

    Apalagi di alinea kedua….

    “Bisa jadi karena dahulunya orang tuanya selalu melakukan kebaikan terhadap orang lain. Bisa jadi kan karena pahala-pahala orang tuanya makanya anaknya bisa jadi mulus jalan hidupnya. ”

    Hampir nangis baca tulisan ini… :'(

    09/23/13 – 11:14 am

Balloons theme by
Moargh.de